Thursday, April 5, 2007

Mengapa Allah, Oh Mengapa ?

Mengapa Allah, Oh Mengapa?
http://www.indonesia.faithfreedom.org/forum/viewtopic.php?t=2896

WHY ALLAH, OH WHY?
A Muslim scholar ponders on the Quran/Muslim memikirkan Quran.
By Ahmed Simon

Mengapa Allah menyampaikan pesannya kepada malaikat Jibril dan lalu malaikat ini harus membawa pesan Allah ini kepada Muhamad secara tidak langsung?

Mengapa Allah tidak melakukan dialog langsung dengan nabi Islam, seperti juga ketika Allah berbicara dengan nabi-nabi dalam Injil ?

Mengapa Muhamad tidak dianggap pantas diajak bicara langsung?

Mengapa Allah mengatakan agar Muhamad bertanya kepada Kristen dan Yahudi kalau ia ragu-ragu? (10:94 – jadi Allah menegaskan adanya keraguan dan ketidaksempurnaan dalam Quran) ?

Mengapa tidak ada saksi saat terjadi monolog antara Malaikat Jibril dan Muhamad, seperti pada nabi-nabi Injil yang saksinya cukup banyak?

Mengapa Quran hanya dalam bahasa Arab? Bukannya Quran untuk non-Arab juga?

Mengapa Allah menamakan Surat-Surat dalam Quran dgn judul Ternak, Jin, Kerbau, Gajah, Tawon, Semut, Laba-Laba, Besi dsb, yang sungguh tidak pantas bagi sebuah kitab suci?

Mengapa Allah mengatakan bahwa ia menghilangkan ayat-ayat Setan dalam Quran?

Mengapa Setan dibiarkan menaruh ayat-ayatnya dalam Quran dan mengapa mereka (Allah dan Setan) bisa menyusun Quran bersama-sama?

Mengapa Allah mengatakan bahwa semua mahluk hidup diciptakan beserta dengan pasangannya, bahwa semua mahluk ada pasangan jantan dan betinanya (13:3), padahal ada juga mahluk-mahluk yang bisexual, tidak memiliki alat kelamin dan bahkan memiliki alat kelamain jantan maupun betina (Bagaimana Allah bisa salah besar begitu )?

Mengapa Allah mengubah/menggantikan/abrogasi ayat-ayat permulaan di Quran dengan ayat-ayat 'yang lebih baik'?

Mengapa ayat-ayat permulaan Allah tidak sempurna sehingga Allah harus membetulkan ayat-ayatnya sendiri ? Mengapa Allah mengatakan hanya sekitar 700 dari total 6,241 ayat, (11%) bisa dimengerti manusia ; bukannya Quran dimaksudkan bagi semua Muslim untuk dibaca dan dimengerti?

Mengapa Hadis mengatakan bahwa Yesus Kristus akan datang lagi pada Hari Kiamat, padahal Muhamad nabi terakhir; mengapa Allah tidak mengirimkan Muhamad saja?

Mengapa Allah mengatakan dalam 86:5-7 bahwa manusia diciptakan dari cairan yang mengucur, dari antara selangkangan dan tulang rusuk; padahal semua orang tahu bahwa sperma datang dari penis (kok Allah bisa salah besar begini)?

Mengapa Muhamad pergi ke Yerusalem lewat surga, naik kuda terbang? Bukannya ia seharusnya ke Mekah – kota Islam yang tersuci, atau Medinah – kota Islam no 2 tersuci? Dan mengapa tidak ada saksi?

Mengapa Allah memerintahkan Muslim untuk sholat 5 waktu tertentu selama 365 hari; dan dimanakah Allah pada saat-saat lainnya? Padahal agama lain boleh berdoa dimanapun, kapanpun dan dengan cara apapun, bebas menghadap arah manapun !

Mengapa harus bersholat subuh pada waktu hantu masih gentayangan ? (pk 5.20 a.m.)

Mengapa memerintahkan untuk mencuci penis, anus, lobang hidung, ketiak, kuping, dsb, sebelum sholat 5 kali itu; apakah Muslim begitu kotor, Allah?

Mengapa Allah merubah arah kiblat dari Mekah ke Yerusalem dan kembali ke Mekah lagi?
Mengapa Muslim (Saudi, Palestinia, Jordania, Syria, dsb.) selama ratusan tahun mengarahkan pantat mereka ke Ka'bah di Mekah saat kiblat menghadap ke Yerusalem?

Mengapa menggunakan ritual Hindu (bukan budaya Arab) bagi hijrah (naik haji) ke Ka'abah?

Mengapa Allah merasa bahwa menutupi Muslimah dari kepala sampai ujung kaki tidak akan merangsang lelaki Muslim?

Mengapa memberikan lelaki 2 kali jumlah warisan wanita?

Mengapa satu saksi lelaki sama dengan 2 saksi wanita?

Mengapa Muhamad mengijinkan 4 istri bagi lelaki dan melanggar prinsip Allah yang menciptakan satu wanita bagi satu pria?

Mengapa wanita Muslim harus tunduk pada lelaki Muslim (dlm Hadis : wanita adalah mainan lelaki) ? Allah, mengapa Kau menganggap peraturan macam ini sbg 'persamaan hak' antara lelaki dan wanita?

Mengapa Allah meminta para suami Muslim untuk memecut dan tidak mengacuhkan istri-istri yang tidak patuh?

Mengapa Allah meminta Muslim agar mengucapkan "Bismillah" setiap kali melakukan sesuatu, sementara agama lain menggunakan otak (yang diberikan Tuhan mereka) setiap kali melakukan sesuatu?

Mengapa Allah meminta Muslim untuk membunuh Muslim yang meninggalkan Islam?

Mengapa Allah melarang pemungutan bunga?

Mengapa Allah mengharamkan minuman alkohol di bumi tetapi mengijinkannya di surga?

Mengapa Allah memerintahkah pembunuhan manusia lain karena pelanggaran, penyelewengan, sex diluar perkawinan dsb; Allah pencipta atau perusak kehidupan?

Mengapa Allah mengijinkan amputasi seluruh tangan dan kaki karena mencuri?

Mengapa Allah mengatakan dalam Quran bahwa manusia diciptakan dari gumpalan darah, lalu mengatakan dari nol, lalu dari tanah liat, lalu dari cairan yang mengental dan lalu dari lumpur, lalu dari cairan yang mengucur, lalu dari air; mengapa Allah bingung? Mungkin Allah tidak tahu?

Mengapa Allah mengatakan setan/kebiadaban datang dari Allah sendiri ; ini berarti bahwa Allah sendiri setan, bukan?

Mengapa Allah mengatakan bahwa bumi datar? Allah tidak tahu bahwa bumi bulat?

Mengapa Allah mengatakan ia menempatkan gunung untuk menstabilisasi bumi agar tidak guncang kanan kiri; bagaimana Allah bisa begitu tolol?

Mengapa Allah mengatakan bahwa matahari terbenam dalam sebuah kolam kering di bumi – bagaimana Allah bisa salah total?

Mengapa Allah menyetujui perbudakan?

Mengapa Allah meminta Muslim untuk "menunggu dalam persembunyian untuk membunuh kafir" (bahkan anak-anak)?

Mengapa Allah memilih nabi yang tidak terpelajar dan buta huruf?

Mengapa Muhammad membunuh, bahkan sesama Muslim dan mencuri harta benda mereka – persis seperti parasit?

Mengapa Muhamad melakukan hubungan sexual dengan budak-budaknya diluar perkawinan?

Mengapa Muhamad menyuruh dicongkelnya kedua biji mata seorang maling (hadis Bukhari !)?

Mengapa Muhamad memperkosa budak istri-istrinya (Sufia)?

Mengapa Muhamad menikahi menantunya sendiri (isteri anak angkatnya yang masih muda itu) ?

Mengapa Muhamad memiliki begitu banyak isteri, isteri sementara, gundik dan budak?

Mengapa Muhamad mati karena makanannya diracuni (hadis Bukhari !)?

Mengapa menyebut Muhammad nabi, padahal Quran hanya menyebutnya sebagai seorang pembawa pesan dan rasul?

Mengapa Allah menghadiahkan martir lelaki 72 perawan cantik dsb – dan bukan kepada martir wanita?

Mengapa Allah memuat kenikmatan sexual sebagai hadiah bagi mereka yang mati sebagai martyr? (Bukankah ini menunjukkan bahwa para Suicide Bomber Muslim hanyalah sex maniak picisan?)

Mengapa begitu banyak ayat Quran begitu terobsesi dengan 'perawan'?

Mengapa Muslim girang dengan malapetaka orang lain; apakah ini bukan karena suruhanmu, Allah?

Mengapa Allah, kau salah copy bagian-bagian Injil ? Karena Injil berakhir dengan kutukan bagi mereka yang mencontek dari Injil-kah?

Mengapa Quran tidak ditulis secara kronologis, tidak memiliki mukjizat, tidak menunjukkan tempat, tidak ada persamaan derajad antara lelaki-wanita, tidak ada keindahan, tidak ada ramalan, tidak ada cinta, tidak ada sejarah, tidak ada titik waktu, tidak meyebut tentang
kerajaan-kerajaan, tidak ada referensi arsitektural, tidak ada cerita,tidak ada pepatah, seperti Injil; Quran hanya berbicara tentang Jin, Setan, kemarahan Allah, hukuman, dendam, teror, setan-setan, kebiadaban, pemotongan bagian-bagian tubuh, pembunuhan, penyelewengan, benci perempuan, kekejaman, dsb.

Praktek penerapan Islam
Mengapa ada ratusan sekte Muslim dalam Islam?
Mengapa mereka saling jotos-jotosan dan saling menggorok leher sesama, bahkan antara sesame anggota sekte ?
Mengapa Muslim berjuang keras untuk lari ke negara-negara non-Muslim?
Mengapa lelaki dan wanita Muslim tidak dapat berdoa bersama, seperti agama lain yang bisa berdoa secara sekeluarga?
Mengapa perkawinan Muslim hanyalah sebuah kontrak dan bukan hubungan suci, seperti dalam agama-agama lain?
Mengapa Muslim tidak dapat menikah di mesjid seperti dalam agama-agama lain?
Mengapa lelaki Muslim bisa menceraikan isteri-isterinya dengan hanya mengatakan talak 3 kali? Bahkan lewat SMS ??!
Mengapa Muslim tidak boleh menyentuh anjing dan babi?
Mengapa negara-negara Muslim lebih terbelakang dari negara-negara Kristen, Buddhis, Yahudi, Tao-is, Hindu, Bahai, dsb?
Mengapa Muslim dimana-mana merebut kekuasaan wilayah dan setelah berhasil meraihnya (seperti Iran), mengekangnya (17 juta orang Iran lari )?
Mengapa hukum-hukum Islam tidak dapat direvisi, ketimbang memberlakukan sistim usang dari 1400 tahun yang lalu, dan disesuaikan dengan keperluan jaman ini?
Mengapa begitu banyak perkosaan, pelecehan seksual, incest dan tindak-indak pidana seksual lainnya, pengangguran dan kehancuran di negara-negara Muslim?
Mengapa anggota keluarga Muslim membunuhi ibu-ibu mereka sendiri, dan isteri, saudara dan anak perempuan mereka sendiri ? (Honor Killing !)
Mengapa ada begitu banyak kebencian dalam hati Muslim, Allah?
Mengapa menggunakan Loud Speaker kencang untuk solat ; siapa yang tuli, Allah?
Mengapa badan-badan zakat Muslim digunakan bagi terorisme?
Mengapa Islam nampak sekali dari agama-agama lain dan Muslim secara terang-terangan membohong tentang Islam dan menyembunyikan Islam sebenarnya?

Mengapa Allah, Oh Mengapa ? Mana mungkin kau Tuhan ? Bukankah kau sebenarnya Setan, Allah?


CATATAN: - pertanyaan-pertanyaan ini menghantui para pakar islam sendiri. Bagi sunah-sunah spesifik diatas, lihatlah artikel-artikel dalam situs ini. http://www.islamreview.com/

Mentolerir Islam sama saja dgn mentolerir Setan, ini fakta yang tidak dapat diingkari. Islam adalah kanker, sekali tumbuh bisa menghancurkan dirimu. Injil berakhir dengan kutukan kepada siapapun yang menconteknya. Jadi, Islam sendirilah yang mengakibatkan dirinya terkutuk.

Islam Agama Damai ?

Islam agama damai ?
A Sina

'Islam adalah agama damai' ... ini selalu didengungkan dan diucapkan oleh politikus kita . Tapi sesuatu yang keluar dari mulut politikus belum tentu benar. Kebenarannya adalah : Islam bukan agama damai. Islam adalah agama KEBENCIAN, TEROR dan PERANG.

Setelah mempelajari Quran dan Hadis, saya berkesimpulan bahwa Muslim entah tidak tahu
atau memang tidak mau menyampaikan Islam secara adanya shg Islam tidak banyak diketahui oleh sebagian besar muslim.

Saya menolak Islam karena:

a) Muhamad tidak bermoral, tidak etis dan

b) begitu banyak ketidak-jelasan di dalam Quran.

Keterangan:
a) Muhamad tidak menjalankan kehidupan yang s uci. Pelampiasan nafsu seksnya
tidak patut bagi seorang nabi ; terutama hubungan seks dengan pembantu dan budak-budak wanita dan isteri puteranya sendiri, bahkan dengan anak kecil dibawah umur dengan (Aisha yg berumur 9 tahun pada saat ditiduri Muhamad yg berumur 53).

Muhamad terbukti membunuh, membantai dan melakukan genosida terhadap kaum Yahudi & pengritik, lawan2 politiknya dan bahkan tawanan perang; membakar dan menjarah karavan dagang & kebun palem; menghancurkan mata air lawan2nya; mengutuk dan menuduh musuh-musuhnya sebagai iblis ... semuanya itu telah mendiskualifikasi Muhamad sebagai manusia baik ... apalagi sebagai utusan Tuhan.

b) Penelitian obyektif terhadap Quran menunjukkan bahwa Quran bukan Mukjijat. 
Quran adalah buku penuh KEBOHONGAN. Sekali Quran dipelajari secara lebih teliti dan rinci dengan pikiran sehat, maka hampir semua kalimat membuktikan kesalahan.

Quran memerintah Muslim agar membunuh orang yang tidak percaya pada Islam di mana mereka ditemui (Q. 2:191), bunuh mereka dan perlakukan mereka secara kasar (Q. 9:123), basmi mereka (Q. 9:5), lawan mereka (Q. 8:65), kalau mereka Kristen dan Yahudi maka permalukan mereka dan jatuhkan pajak (jizyah) kepada mereka (Q. 9:29).

Quran mencabut kebebasan berkeyakinan manusia dan menyatakan dengan jelas bahwa 'tidak ada agama lain yang diterima kecuali Islam' (Q. 3:85). Islam menyatakan orang yang tak percaya dengan Quran agar dipermalukan dan dikenakan pajak (Jizyah) (Q. 9:29).

Islam menyatakan orang yang tak percaya kpd Quran akan pergi ke neraka (Q. 5:10), menyebut mereka najis (kotor, tidak boleh disentuh, tidak murni) (Q. 9:28). Islam memerintahkan pengikutnya untuk melawan kafir (mereka yang tidak percaya kpd Islam) sampai tidak ada agama lain selain Islam (Q. 2:193). Islam mengatakan orang tak percaya akan masuk neraka dan meminum air mendidih (Q. 14:17). Islam memerintah muslim untuk menyembelih atau mengorbankan atau potong tangan dan kaki orang tidak percaya, mereka akan diusir dari tanah Islam secara tidak terhormat dan mereka akan mendapat hukuman yang berat setelah meninggal(Q. 5:34).

Bagi yang tidak percaya, Islam mengatakan akan dibakar, dan untuk mereka akan dituangkan air panas ke kepala mereka sehingga apa yang ada di dalam tempurung dan kulit akan meleleh dan mereka akan dihukum dengan gancu besi (Q. 22:9). Quran melarang muslim berteman dengan orang yang tidak percaya walaupun orang yang tak percaya itu adalah saudara atau bapaknya sendiri (Q. 9:23), (Q. 3:28).

Quran memerintah muslim untuk memukul keras dan melawan kafir dengan rasa percaya diri yang besar (Q.25:52), bersikap kasar terhadap mereka karena mereka adalah penghuni neraka (Q.66:9). Muhammad menghendaki pengikutnya untuk memenggal kepala kafir dan setelah melakukan pembantaian besar-besaran, ikatlah dengan teliti semua tawanan-tawanan yang sisa Q. 47:4).

Ttg kaum wanita, buku Allah ini mengatakan bahwa wanita lebih lemah dan rendah derajatnya dari pria dan suami mereka berhak menghukum mereka secara sadis karena tidak patuh (Q. 2:228). Quran bukan hanya menolak persamaan hak wanita (Q. 4:11-12), Quran juga menganggap wanita adalah makhluk dungu dan kesaksian wanita tidak bisa dibawa ke pengadilan (Q. 2:282).

Ini juga berarti seorang wanita yang diperkosa tidak bisa menuduh pelaku kecuali kalau sang wanita korban pemerkosaan ini bisa mengajukan saksi seorang pria (atau 4 orang pria). Muhammad mengijinkan muslim memiliki 4 istri (atau lebih) dan mengijinkan mereka meniduri pelayan wanita dan sebanyak mungkin budak wanita tawanan yang dimiliki (Q. 4:3).
Muhammad sendiri melakukan itu. Itulah sebabnya setiap tentara muslim yang berhasil menduduki bangsa lain (yang disebut kafir) diijinkan memperkosa setiap tawanan perang.

Tentara Pakistan memperkosa 250,000 wanita Bangladesh pada tahun 1971 setelah mereka membantai 3.000.000 warga sipil tidak bersenjata, ketika pemimpin Islam Pakistan menuduh Bangladesh tidak Islami. Ini juga merupakan alasan kenapa penjaga penjara di rejim Islam Iran dapat memperkosa wanita dan membunuh mereka setelah menuduh mereka mengkhianati Islam dan merupakan musuh Allah.

Faithfreedom.org (atau indonesia.faithfreedom.org) mempelajari Islam secara teliti dengan pikiran & akal sehat. Situs ini menolak kepercayaan2 tua yg tidak bisa membela keberadaan mereka dgn alasan yang tepat. Situs ini mempertanyakan dan menganjurkan pemikiran independen. Situs ini menggalangkan persatuan manusia, persamaan hak antara pria dan
wanita, mengurangi praduga, kebebasan dari dogma dan keyakinan buta.

Dunia ini sudah begitu maju dlm hal teknologi, tapi masih ada saja negara miskin yang tidak sanggup memberi makan rakyatnya sendiri, tapi doyan menghambur2kan uang demi senjata canggih nuklir & biologis. Setiap kesalah-pahaman kecil di antara negara-negara miskin ini atau dengan negara lain bisa mengakibatkan kehancuran besar-besaran. Agama selalu menjadi sumber salah-paham.

Untuk agama, orang siap untuk mati, membunuh dan menghancurkan segala2nya. Hanya orang beragama yang percaya mereka akan naik ke surga kalau mereka membunuh manusia. Hanya manusia beragama yang tidak mempunyai rasa hormat kepada makhluk hidup yang dibunuhnya karena berbeda keyakinan.

Menurut saya, Islam adalah sebuah bahaya dan seharusnya hilang dari muka bumi ini bukan karena hal2 konyol dlm Quran, spt pernyataan bumi adalah rata atau bintang-bintang adalah panah api Allah yang ditembakkan kepada jin yang memanjat naik ke surga untuk memasang kuping mencuri dengar pembicaraan musyawarah agung. Cerita-cerita seperti ini bahkan menghibur dan membuat saya tertawa geli.

Islam harus hilang dari muka bumi ini karena mengajarkan KEBENCIAN, memerintahkan pembunuhan terhadap non-muslim, melecehkan wanita, dan melanggar hak asasi manusia, mengancam perdamaian dan keamanan seluruh 
umat manusia. Dengan perkembangan senjata penghancur massal yang begitu pesat di negara-negara Islam, ancaman Islam adalah suatu hal yg serius terhadap peradaban kita.


Ali Sina


Islam's Royal Family, bagian 1-5

http://answering-islam.org/Silas/rf1_mhd_wealth.htm
ISLAM’S ROYAL FAMILY
by Silas

BAGIAN PERTAMA: KEKAYAAN MUHAMAD 
FATIMA, ALI, AND IBN ABBAS


PENDAHULUAN

Kalau Islam memang benar, bgm pengaruhnya terhdp Sahabat2 terdekat dan orang2 yg paling dicintai Muhamad ? Bagaimana Muslim2 yg paling diridhoi Islam ini bertindak menangani masalah2 spiritual ataupun kenegaraan ? Mari kita lihat.

Hadith of Sahih Bukhari, 2.428: [3]
Narrated 'Uqba bin 'Amir:

"... Demi Allah! Saya tidak takut bahwa setelah kematian saya, kalian akan memuja [dewa] lain selain Allah, tetapi saya khawatir kalian akan saling sengketa demi hal2 duniawi."


TOKOH2 KUNCI

ABU BAKAR – Kalif pertama Darul Islam dan yang pertama dari keempat
“rightly guided” Kalif. Ia menjadi Kalif setelah kematian Muhamad, sahabat terdekat Muhamad. Ia adalah ayah Aisha, pengantin paling muda Muhamad ( http://answering-islam.org/Silas/childbrides.htm [4]). Dgn perang, Abu Bakr memulai Darul Islam, padahal ia hanya berkuasa selama dua tahun. Ia wafat setelah itu.

UMAR – Kalif kedua. Sahabat terdekat kedua Muhamad. Ia berkuasa selama 12 tahun. Lewat serangan2nya terhdp negara2 non-Islam, ia memperluas kekuasaan Islam.

ALI – menantu Muhamad yg menikah dgn Fatima, puteri Muhamad. Ali juga jago perang. Ali adalah keempat dari the “rightly guided Caliphs.” Ali berputera dua :
Hasan dan Husein.

FATIMAH – salah seorang puteri Muhamad, menikah dgn Ali. Ia mati 6 bulan setelah matinya Muhammad.

IBN ABBAS – sepupu Muhamad. Ia menjadi salah seorang pakar Islam terbesar.
The “Reliance of the Traveler” [5] menyatakan bahwa ia meriwayahkan 1660 hadis, menyumbang banyak bagi exegesis (penjelasan) Quran dan Kalif Umar sering menggunakannya bagi urusan hukum.


LATAR BELAKANG

Lewat ancaman, intimidasi dan pemerasan terhdp suku2 negara tetangga, Muhammad mengumpulkan harta luas. Tapi ia tidak hidup foya2. Ia sangat berdisiplin dgn menggunakan kekayaannya bagi keperluan pengikutnya yg miskin dan berperang melawan NON-Muslim. Sebelum mati, Muhamad menyatakan bahwa ia akan mengikuti langkah nabi2 terdahulu dan TIDAK akan meninggalkan warisan kpd keluarganya. Kekayaannya TIDAK boleh dibagikan kpd para anggota keluarga, namun harus disalurkan spt biasanya, kecuali bagi keperluan finansial isteri2 dan budak2nya.

Muhamad mati dan Abu Bakar diangkat jadi pemimpin dan pada detik itu juga timbullah taktik2 persekongkolan.

Sejumlah anekdot dibawah ini diambil dari “Kitab al-Tabaqat al-Kabir, (Book of the Major Classes), Volume 2, by Ibn Sa’d, pages 391 – 394: [6])

WARISAN NABI DAN HARTA BENDA YG DITINGGALKANNYA
Rasulullah mengatakan, “Dinar dan dirham (uang) tidak boleh dibagikan diantara para pewaris, apa yg saya tinggalkan dimaksudkan bagi zakat setelah dikurangi keperluan sehari2 isteri2 dan budak2 saya. (pages 391, 392).

Fatimah datang kpd Abu Bakr dan menuntut bagian warisannya. Al-Abbas datang kpdnya dan meminta bagian warisannya. Ali datang dgn mereka. Abu Bakr menjawab, “Rasululah mengatakan, “Kami tidak meninggalkan warisan, apa yg ditanggalkannya adalah utk sadaqah.” …

Ali kemudian menanggapi, “Sulayman mendapat warisan dari Daud dan Zakariah memberikan warisan kpd Yohanes Pembaptis, kok !)’”. (!!!) Abu Bakr mengatakan, “Memang begitulah ketentuannya. Demi Allah! Kau tahu apa yg saya tahu.” Ali menjawab, “Ini buku Allah yg berbicara.” Lalu mereka berdiam dan kembali ke tempat masing2. (page 393).



Abu Bakr mengatakan, “Rasulullah mengatakan, “Kami tidak meninggalkan warisan. Yg kami tinggalkan akan diberikan bagi sadaqah. Anggota keluarga Muhamad akan mendapat bagian dari uang ini. Demi Allah! Saya tidak akan merubah distribusi sadaqah Rasulullah. Saya akan membagikannya sesuai dgn perintah Rasulullah. Jadi
Abu Bakr menolak utk memberikan apapun Fatimah. Akibatnya, Fatimah marah dgn Abu Bakr. Ia tidak berbicara padanya sampai ia mati. Fatimah mati 6 bulan setelah matinya rasulullah. (page 392)

Hadis2 Sahih Muslm, [7], juga menyatakan yg sama dlm :
Sahih Muslim, Book 019, Number 4355, dan Sahih Muslim Book 019, Number 4351:

Abu Bakr kemudian mati dua tahun setelah menjadi Kalif dan setelah itu UMAR menjadi kalif. Namun Ali dan Ibn Abbas tidak pernah berhenti mempersoalkan warisan : mereka tetap ingin uang mereka. Sahih Muslim mendetilkan konflik ini …

Sahih Muslim, Book 019, Number 4349:

Abbas mengatakan (kpd Umar): Panglima Kaum Beriman, putuskanlah (perselisihan) antara saya dan pembohong berdosa, pengkhianat dan tidak jujur ini … (baca : ALI) 'Umar mengatakan: Tunggu dan bersabarlah. Tidakkah kalian tahu bahwa Rasulullah mengatakan bahwa :" Kami (nabi2) tidak memiliki pewaris dan apapun yg kami tinggalkan adalah buat sedekah" ?

… (Lalu) Umar mengutip ayat Quran :"Apa yg diberikan Allah kpd rasulNya dari (harta benda) rakyat perkotaan adalah bagi Allah dan rasulNya"…. Umar melanjutkan: Rasulullah mendistribusikan kpd kalian harta benda yg ditinggalkan
Banu Nadir (setelah mereka diserang & dijarah Muslim) ... Rasulullah menggunakan penghasilan ini utk menutupi belanja tahunannya dan apa yg tersisa akan disimpan di Bait-ul-Mal.

… Ketika Rasulullah mati, Abu Bakr menjadi penerus Rasulullah. Kalian berdua datang utk menuntut bagian kalian dari harta yg ditinggal Rasulullah. (Merujuk kpd Hadrat 'Abbas), Umar mengatakan: Kau menuntut bagianmu dari keponakanmu, dan ia ('Ali) menuntut bagian harta benda ayah isterinya.

Abu Bakr tidak mengijinkannya dan kalian menganggapnya seorang pembohong, pendosa, pengkhianat dan tidak jujur. ... Ketika Abu Bakr mati, saya menjadi penerus Rasulullah dan Abu Bakr, dan kalian menganggap saya pembohong, pendosa, pengkhianat dan tidak jujur….Kalau kalian mau, maka syaratnya adalah kalian harus patuh kpd perjanjian dgn Allah bahwa kalian akan menggunakannya sesuai dgn apa yg dilakukan Rasulullah (bagi sedekah)… Kalau tidak, kembalikan harta benda itu kpd saya.


Sahih Muslim, Book 019, Number 4354:

… Hadiah zakat bagi Medinah diberikan 'Umar kpd 'Ali dan Abbas, namun 'Ali
memegang harta benda itu sbg harta benda eksklusifnya. Dan harta benda yg didapatkan dari Khaibar dan Fadak dipegang 'Umar sendiri dan mengatakan: Ini adalah pemberian Rasulullah. Ini akan digunakan utk melunasi segala tanggung jawab dan segala hal darurat. Dan managemen mereka harus dlm tangan mereka yg menangani urusan (negara Islam). Periwayah mengatakan: Mereka dipergunakan dgn demikian sampai hari ini.

Sunan Abu Dawud, [8], menambahkan hal2 berikut…
Sunan Abu Dawud, Book 19, Number 2961:

Diriwayahkan Umar ibn al-Khattab:

Malik ibn Aws al-Hadthan mengatakan: Umar mengatakan bahwa Rasulullah menerima tiga hal bagi dirinya sendiri secara eksklusif : (harta) Banu an-Nadir, Khaybar dan Fadak. Harta benda Banu an-Nadir dipegang utk keperluan darurat, Fadak bagi pelancong dan Khaybar dibagikan Rasulullah dlm tiga bagian: dua bagi Muslim dan satu bagi keluarganya. Jika ada yg tersisa dari uang bagi keluarganya, ia akan membagikannya antara para Emigran miskin.

Dan “The History of Tabari” [9] juga memberikan data2 yg bertentangan…

Fatimah dan al-Abbas datang pada Abu Bakr menuntut bagian warisan mereka. Mereka menuntut tanah Rasulullah di Fadak dan bagiannya dari harta Khaybar. Abu Bakr menolak. Fatimah memusuhinya dan tidak bicara dgnnya sampai ia mati. Ali menguburnya pada malam hari dan tidak mengijinkan Abu Bakr menghadiri pemakamannya. Ketika Fatimah masih hidup, Ali dihormati rakyat. Setelah isterinya mati, perhatian mereka berpaling darinya. Seorang lelaki bertanya kpd al-Zuhri, “Apakah Ali tidak memberikan sumpah setianya selama enam bulan ?” “Tidak, dan tidak seorangpun dari Banu Hashim melakukannya kecuali setelah Ali memberikan sumpah setianya,” katanya. (pages 196, 197).

Note 1 menyatakan: “Ini adalah langkah pertama dan paling penting yg diambil
Abu Bakr dan Umar dlm upaya mereka mendepak Banu Hashim dan khususnya Ali dari kekuasaan prerogatif dlm kepemimpinan Muslim. Menuntut warisan berdasarkan hubungan keluarga ini membuka pintu bagi hak Ali sbg pewaris (tahta Islam). Pemasukan dari kedua sumber ini berjumlah sangat besar dan akan memberikan sokongan (financial) besar kpd Ali.


KESIMPULAN

1) Sebelum mati, Muhammad mengatakan tidak akan meninggalkan warisan kpd keluarganya.

2) Ini juga yg dilakukan Abu Bakr. Namun Ali dgn benar mengatakan bahwa Muhammad SALAH karena Quran sendiri menyebut contoh nabi2 yg meninggalkan warisan kpd putera2 mereka (David kpd Solomon, Zechariah kpd John the Baptist).

Akibatnya : konfrontasi Fatima dgn Abu Bakr. Fatima benci Abu Bakr dan Ali benci Abu Bakr. Ali kemudian berbaikan dgn Abu Bakr, tidak karena ia merasa ini hal baik, tetapi karena ia kehilangan pamor setelah isterinya mati dan inilah satu2nya cara utk menjadi favorit kembali.

3) Isteri2 Muhamad, kecuali Aisha, juga menuntut bagian mereka. Tapi mereka dihentikan oleh pernyataan Aisha bahwa Muhamad mengatakan “no inheritance for family”.

4) Setelah Abu Bakr mati, Ali dan Abbas melanjutkan tuntutan mereka kpd Umar. Ali dan Ibn Abbas bentrok ttg siapa yg harus mendapatkan uang itu. Abbas mencap Ali seorang “pembohong pendosa, pengkhianat, tidak jujur!” Umar menegur keduanya dan mengatakan bahwa mereka pernah juga mengira Abu Bakr sbg “pembohong pendosa, pengkhianat tidak jujur” ! Umar mengatakan didepan muka mereka, bahwa mereka juga mengira dirinya sbg “pembohong pendosa, pengkhianat, tidak jujur” ! Tapi, karena tekanan, kemarahan mereka, Umar menyerah dan memberikan mereka bagian dari kekayaan Muhammad!

DISKUSI

Lihatlah sifat2 yg tercermin dari kelakuan keluarga Muhamad mulai dari detik kematiannya:

1) SIFAT RAKUS
2) SIFAT BENCI

Tapi interesan bahwa Ali, saat konfrontasi dgn Abu Bakr mengatakan bahwa Muhamad sendiri lupa isi Qurannya bahwa NABI2 TELAH MEWARISKAN KEKAYAAN MEREKA KPD  PUTERA2 MEREKA. Lihat. Surat 27:16 & 19:6. Ali mengatakan kpd kelompok yg berkumpul dan membuat mereka terbengong, tidak mampu menjawab; shock dihadapkan dgn bukti bahwa Muhamad kecele ! Abu Bakr yg tahu Ali benar hanya bisa menjawab, “Yah, pokoknya gua diberi perintah begini and that’s the way it’s going to be.”

Kalau para sahabat dan kerabat terdekat Muhamad saja saling cekcok dgn sesama dan tidak menunjukkan cinta, kepercayaan dan kesetiaan terhdp sesama, mana kalau begitu level spiritualitas mereka ? Mana keimanan Islam mereka ? Mengapa menguap begitu cepat bahkan sehari setelah Muhamad mati ? Apakah “Royal Family” Islam tidak menganggap serius ajaran Islam, sampai membuangnya secepat kilat ?

-------------------------------
REFERENSI
...

3) Bukhari, Muhammad, “Sahih Bukhari”, Kitab Bhavan, New Delhi, India, 1987, translated by M. Khan

4) http://answering-islam.org/Silas/childbrides.htm

5) al-Misri, Ahmad, “Reliance of the Traveler”, (A Classic Manual of Islamic Sacred Law), translated by Nuh Ha Mim Keller, published by Amana publications, Beltsville, Maryland, USA 1991

6) Ibn Sa'd, (d. 852 A.D.), "Kitab al-Tabaqat al-Kabir", (Book of the Major Classes), Volume 2, translated by S. Moinul Haq, Pakistan Historical Society.

7) Muslim, A., "Sahih Muslim", translated by A. Sidiqqi, International Islamic Publishing House, Riyadh, KSA.

8) Abu Dawud, Suliman, “Sunan”, al-Madina, New Delhi, 1985, translated by A. Hasan

9) al-Tabari, "The History of al-Tabari", (Ta'rikh al-rusul wa'l-muluk), Volume 9, State University of New York Press, 1993. Translated by Ismail K. Poonawala


Teror Jihad di INDONESIA

Terror Agama Islam Mazhab Hambali di Tanah Batak
oleh: Batara R. Hutagalung

Perang Paderi (Ada yang berpendapat kata ini berasal dari Pidari di Sumatera Barat, dan ada yang berpendapat kata Paderi berasal dari kata Padre, bahasa Portugis, yang artinya pendeta, dalam hal ini adalah ulama) di Sumatera Barat berawal dari pertentangan antara kaum adat dengan kaum ulama. Sebagaimana seluruh wilayah di Asia Tenggara lainnya, sebelum masuknya agama Islam, agama yang dianut masyarakat di Sumatera Barat juga agama Buddha dan Hindu. Sisa-sisa budaya Hindu yang masih ada misalnya sistem matrilineal (garis ibu), yang mirip dengan yang terdapat di India hingga sekarang.

Masuknya agama Islam ke Sumatera Utara dan Timur, juga awalnya dibawa oleh pedagang-pedagang dari Gujarat dan Cina. Setelah kembalinya beberapa tokoh Islam dari Mazhab Hambali yang ingin menerapkan alirannya di Sumatera Barat, timbul pertentangan antara kaum adat dan kaum ulama, yang bereskalasi kepada konflik bersenjata. Karena tidak kuat melawan kaum ulama (Paderi), kaum adat meminta bantuan Belanda, yang tentu disambut dengan gembira. Maka pecahlah Perang Paderi yang berlangsung dari tahun 1816 sampai 1833.

Selama berlangsungnya Perang Paderi, pasukan kaum Paderi bukan hanya berperang melawan kaum adat dan Belanda, melainkan juga menyerang Tanah Batak Selatan, Mandailing, tahun 1816 - 1820 dan kemudian mengIslamkan Tanah Batak selatan dengan kekerasan senjata, bahkan di beberapa tempat dengan tindakan yang sangat kejam.

Sebelum masuknya agama Islam dan Kristen ke Tanah Batak, selain agama asli Batak yaitu Parmalim, seperti di hampir di seluruh Nusantara, agama yang berkembang di Sumatera Utara adalah agama Hindu dan Buddha. Sedangkan di Sumatera Barat pada abad 14 berkembang aliran Tantra Çaivite (Shaivite) Mahayana dari agama Buddha, dan hingga tahun 1581 Kerajaan Pagarruyung di Minangkabau masih beragama Hindu.

Agama Islam yang masuk ke Mandailing dinamakan oleh penduduk setempat sebagai Silom Bonjol (Islam Bonjol) karena para penyerbunya datang dari Bonjol. Seperti juga di Jawa Timur dan Banten rakyat setempat yang tidak mau masuk Islam, menyingkir ke utara dan bahkan akibat agresi kaum Paderi dari Bonjol, tak sedikit yang melarikan diri sampai Malaya.

Penyerbuan Islam ke Mandailing berawal dari dendam keturunan marga Siregar terhadap dinasti Singamangaraja dan seorang anak hasil incest (hubungan seksual dalam satu keluarga) dari keluarga Singamangaraja X.

Ketika bermukim di daerah Muara, di Danau Toba, Marga Siregar sering melakukan tindakan yang tidak disenangi oleh marga-marga lain, sehingga konflik bersenjatapun tidak dapat dihindari. Raja Oloan Sorba Dibanua, kakek moyang dari Dinasti Singamangaraja, memimpin penyerbuan terhadap pemukiman Marga Siregar di Muara. Setelah melihat kekuatan penyerbu yang jauh lebih besar, untuk menyelamatkan anak buah dan keluarganya, peminpin marga Siregar, Raja Porhas Siregar meminta Raja Oloan Sorba Dibanua untuk melakukan perang tanding -satu lawan satu- sesuai tradisi Batak. Menurut tradisi perang tanding Batak, rakyat yang pemimpinnya mati dalam pertarungan satu lawan satu tersebut, harus diperlakukan dengan hormat dan tidak dirampas harta bendanya serta dikawal menuju tempat yang mereka inginkan.

Dalam perang tanding itu, Raja Porhas Siregar kalah dan tewas di tangan Raja Oloan Sorba Dibanua. Anak buah Raja Porhas ternyata tidak diperlakukan seperti tradisi perang tanding, melainkan diburu oleh anak buah Raja Oloan sehingga mereka terpaksa melarikan diri ke tebing-tebing yang tinggi di belakang Muara, meningggalkan keluarga dan harta benda. Mereka kemudian bermukim di dataran tinggi Humbang. Pemimpin Marga Siregar yang baru, Togar Natigor Siregar mengucapkan sumpah, yang diikuti oleh seluruh Marga Siregar yang mengikat untuk semua keturunan mereka, yaitu: Kembali ke Muara untuk membunuh Raja Oloan Sorba Dibanua dan seluruh keturunannya.

Dendam ini baru terbalas setelah 26 generasi, tepatnya tahun 1819, ketika Jatengger Siregar –yang datang bersama pasukan Paderi, di bawah pimpinan Pongkinangolngolan (Pongkinangolngolan)- memenggal kepala Singamangaraja X, keturunan Raja Oloan Sorba Dibanua, dalam penyerbuan ke Bakkara, ibu kota Dinasti Singamangaraja.

Ibu dari Pongkinangolngolan adalah Gana Sinambela, putri dari Singamangaraja IX sedangkan ayahnya adalah Pangeran Gindoporang Sinambela adik dari Singamangaraja IX. Gindoporang dan Singamangaraja IX adalah putra-putra Singamangaraja VIII. Dengan demikian, Pongkinangolngolan adalah anak hasil hubungan gelap antara Putri Gana Sinambela dengan pamannya, Pangeran Gindoporang Sinambela.

Gana Sinambela sendiri adalah kakak dari Singamangaraja X. Walaupun terlahir sebagai anak di luar nikah, Singamangaraja X sangat mengasihi dan memanjakan keponakannya. Untuk memberikan nama marga, tidak mungkin diberikan marga Sinambela, karena ibunya bermarga Sinambela. Namun nama marga sangat penting bagi orang Batak, sehingga Singamangaraja X mencari jalan keluar untuk masalah ini.

Singamangaraja X mempunyai adik perempuan lain, Putri Sere Sinambela, yang menikah dengan Jongga Simorangkir, seorang hulubalang. Dalam suatu upacara adat, secara pro forma Pongkinangolngolan “dijual” kepada Jongga Simorangkir, dan Pongkinangolngolan kini bermarga Simorangkir.

Namun kelahiran di luar nikah ini diketahui oleh 3 orang Datuk (tokoh spiritual) yang dipimpin oleh Datuk Amantagor Manurung. Mereka meramalkan, bahwa Pongkinangolngolan suatu hari akan membunuh pamannya, Singamangaraja X. Oleh karena itu, Pongkinangolngolan harus dibunuh.

Sesuai hukum adat, Singamangaraja X terpaksa menjatuhkan hukuman mati atas keponakan yang disayanginya. Namun dia memutuskan, bahwa Pongkinangolngolan tidak dipancung kepalanya, melainkan akan ditenggelamkan di Danau Toba. Dia diikat pada sebatang kayu dan badannya dibebani dengan batu-batu supaya tenggelam.

Di tepi Danau Toba, Singamangaraja X pura-pura melakukan pemeriksaan terakhir, namun dengan menggunakan keris pusaka Gajah Dompak ia melonggarkan tali yang mengikat Pongkinangolngolan, sambil menyelipkan satu kantong kulit berisi mata uang perak ke balik pakaian Pongkinangolngolan. Perbuatan ini tidak diketahui oleh para Datuk, karena selain tertutup tubuhnya, juga tertutup tubuh Putri Gana Sinambela yang memeluk dan menangisi putra kesayangannya.

Tubuh Rao yang terikat kayu dibawa dengan rakit ke tengah Danau dan kemudian di buang ke air. Setelah berhasil melepaskan batu-batu dari tubuhnya, dengan berpegangan pada kayu, Rao berhasil mencapai sungai Asahan, di mana kemudian di dekat Narumonda, ia ditolong oleh seorang nelayan, Lintong Marpaung.

Setelah bertahun-tahun berada di daerah Angkola dan Sipirok, Rao memutuskan untuk pergi ke Minangkabau, karena selalu kuatir suatu hari akan dikenali sebagai orang yang telah dijatuhi hukuman mati oleh Raja Batak.

Di Minangkabau, ia mula-mula bekerja pada Datuk Bandaharo Ganggo sebagai perawat kuda. Pada waktu itu, tiga orang tokoh Islam Mazhab Hambali, yaitu Haji Miskin, Haji Piobang dan Haji Sumanik baru kembali dari Mekkah dan sedang melakukan penyebaran Mazhab Hambali di Minangkabau, yang menganut aliran Syi’ah.

Haji Piobang dan Haji Sumanik pernah menjadi pewira di pasukan kavaleri Janitsar Turki. Gerakan mereka mendapat dukungan dari Tuanku Nan Renceh, yang mempersiapkan tentara untuk melaksanakan gerakan Mazhab Hambali, termasuk rencana untuk mengislamkan Mandailing.

Tuanku Nan Renceh yang adalah seorang teman Datuk Bandaharo Ganggo, mendengar mengenai nasib dan silsilah dari Rao. Ia memperhitungkan, bahwa Rao yang adalah keponakan Singamangaraja X dan sebagai cucu di dalam garis laki-laki dari Singamangaraja VIII, tentu sangat baik untuk digunakan dalam rencana merebut dan mengIslamkan Tanah Batak. Oleh karena itu, ia meminta kawannya, Datuk Bandaharo agar menyerahkan Rao kepadanya untuk dididik olehnya.

Pada 9 Rabiu’ulawal 1219 H (tahun 1804 M), dengan syarat-syarat Khitanan dan Syahadat, Rao diislamkan dan diberi nama Umar Katab oleh Tuanku Nan Renceh. Nama tersebut diambil dari nama seorang Panglima Tentara Islam, Umar Chattab. Namun terselip juga asal usul Umar Katab, karena bila dibaca dari belakang, maka akan terbaca: Batak!

Penyebaran Mazhab Hambali dimulai tahun 1804 dengan pemusnahan keluarga Kerajaan Pagarruyung di Suroaso, yang menolak aliran baru tersebut. Hampir seluruh keluarga Raja Pagarruyung dipenggal kepalanya oleh pasukan yang dipimpin oleh Tuanku Lelo, yang nama asalnya adalah Idris Nasution.

Hanya beberapa orang saja yang dapat menyelamatkan diri, di antaranya adalah Yang Dipertuan Arifin Muning Alamsyah yang melarikan diri ke Kuantan dan kemudian meminta bantuan Belanda. Juga putrinya, Puan Gadis dapat menyelamatkan diri, dan pada tahun 1871 menceriterakan kisahnya kepada Willem Iskandar.
Umar Katab alias Pongkinangolngolan Sinambela kembali dari Mekkah dan Syria tahun 1815, di mana ia sempat mengikuti pendidikan kemiliteran pada pasukan kavaleri janitsar Turki. Oleh Tuanku Nan Renceh ia diangkat menjadi perwira tentara Paderi dan diberi gelar Tuanku Rao. Ternyata Tuanku Nan Renceh menjalankan politik divide et impera seperti Belanda, yaitu menggunakan orang Batak untuk menyerang Tanah Batak.

Penyerbuan ke Tanah Batak dimulai pada 1 Ramadhan 1231 H (tahun 1816 M), dengan penyerbuan terhadap benteng Muarasipongi yang dipertahankan oleh Marga Lubis. 5.000 orang dari pasukan berkuda ditambah 6.000 infanteri meluluhlantakkan benteng Muarasipongi, dan seluruh penduduknya dibantai tanpa menyisakan seorangpun. Kekejaman ini sengaja dilakukan dan disebarluaskan untuk menebarkan teror dan rasa takut agar memudahkan penaklukkan. Setelah itu, satu persatu wilayah Mandailing ditaklukkan oleh pasukan Paderi, yang dipimpin oleh Tuanku Rao dan Tuanku Lelo, yang adalah putra-putra Batak sendiri.

Selain kedua nama ini, ada sejumlah orang Batak yang telah masuk Islam, ikut pasukan Paderi menyerang Tanak Batak, yaitu Tuanku Tambusai (Harahap), Tuanku Sorik Marapin (Nasution), Tuanku Mandailing (Lubis), Tuanku Asahan (Mansur Marpaung), Tuanku Kotapinang (Alamsyah Dasopang), Tuanku Daulat (Harahap), Tuanku Patuan Soripada (Siregar), Tuanku Saman (Hutagalung), Tuanku Ali Sakti (Jatengger Siregar), Tuanku Junjungan (Tahir Daulay) dan Tuanku Marajo (Harahap).

Penyerbuan terhadap Singamangaraja X di Benteng Bakkara, dilaksanakan tahun 1819. Orang-orang Siregar Salak dari Sipirok dipimpin oleh Jatengger Siregar ikut dalam pasukan penyerang, guna memenuhi sumpah Togar Natigor Siregar dan membalas dendam kepada keturunan Raja Oloan Sorba Dibanua, yaitu Singamangaraja X.

Jatengger Siregar menantang Singamangaraja untuk melakukan perang tanding. Walaupun sudah berusia lanjut, namun Singamangaraja tak gentar dan menerima tantangan Jatengger Siregar yang masih muda. Duel dilakukan dengan menggunakan pedang di atas kuda.

Duel yang tak seimbang berlangsung tak lama. Singamangaraja kalah dan kepalanya dipenggal oleh pedang Jatengger Siregar. Terpenuhi sudah dendam yang tersimpan selama 26 generasi. Kepala Singamangaraja X ditusukkan ke ujung satu tombak dan ditancapkan ke tanah. Orang-orang marga Siregar masih belum puas dan menantang putra-putra Singamangaraja X untuk perang tanding. Sebelas putra-putra Singamangaraja memenuhi tantangan ini, dan hasilnya adalah 7 – 4 untuk kemenangan putra-putra Singamangaraja. Namun setelah itu, penyerbuan terhadap Benteng Bakkara terus dilanjutkan, dan sebagaimana di tempat-tempat lain, tak tersisa seorangpun dari penduduk Bakkara, termasuk semua perempuan yang juga tewas dalam pertempuran.

Penyerbuan pasukan Paderi terhenti tahun 1820, karena berjangkitnya penyakit kolera dan epidemi penyakit pes. Dari 150.000 orang tentara Paderi yang memasuki Tanah Batak tahun 1818, hanya tersisa sekitar 30.000 orang dua tahun kemudian. Sebagian terbesar bukan tewas di medan petempuran, melainkan mati karena berbagai penyakit.
Untuk menyelamatkan sisa pasukannya, tahun 1820 Tuanku Rao bermaksud menarik mundur seluruh pasukannya dari Tanah Batak Utara, sehingga rencana pengIslaman seluruh Tanah Batak tak dapat diteruskan. Namun Tuanku Imam Bonjol memerintahkan agar Tuanku Rao bersama pasukannya tetap di Tanah Batak, untuk menghadang masuknya tentara Belanda.

Ketika keadaan bertambah parah, akhirnya Tuanku Rao melakukan pembangkangan terhadap perintah Tuanku Imam Bonjol, dan memerintahkan sisa pasukannya keluar dari Tanah Batak Utara dan kembali ke Selatan.

Enam dari panglima pasukan Paderi asal Batak, yaitu Tuanku Mandailing, Tuanku Asahan, Tuanku Kotapinang, Tuanku Daulat, Tuanku Ali Sakti dan Tuanku Junjungan, tahun 1820 memberontak terhadap penindasan asing dari Bonjol/Minangkabau dan menanggalkan gelar Tuanku yang dipandang sebagai gelar Minangkabau. Bahkan Jatengger Siregar hanya menyandang gelar tersebut selama tiga hari. Mereka sangat marah atas perilaku pasukan Paderi yang merampok dan menguras Tanah Batak yang telah ditaklukkan. Namun hanya karena ingin balas dendam kepada Singamangaraja, Jatengger Siregar menahan diri sampai terlaksananya sumpah Togar Natigor Siregar dan ia behasil membunuh Singamangaraja X.

Mansur Marpaung (Tuanku Asahan) dan Alamsyah Dasopang (Tuanku Kotapinang) dengan tegas menyatakan tidak mau tunduk lagi kepada Tuanku Imam Bonjol dan Tuanku Nan Renceh, dan kemudian mendirikan kesultanan/kerajaan sendiri. Marpaung mendirikan Kesultanan Asahan dan mengangkat dirinya menjadi sultan, sedangkan Dasopang mendirikan Kerajaan Kotapinang, dan ia menjadi raja. Tuanku Rao tewas dalam pertempuran di Air bangis pada 5 September 1821, sedangkan Tuanku Lelo (Idris Nasution) tewas dipenggal kepalanya dan kemudian tubuhnya dicincang oleh Halimah Rangkuti, salah satu tawanan yang dijadikan selirnya.

----------------

Catatan:
Tulisan ini merupakan cuplikan dari buku yang ditulis oleh Mangaradja Onggang Parlindungan Siregar, “Pongkinangolngolan Sinambela gelar Pongkinangolngolan, Terror Agama Islam Mazhab Hambali di Tanah Batak”, Penerbit Tanjung Pengharapan, Jakarta, 1964.

Tuanku Lelo/Idris Nasution adalah kakek buyut dari Mangaraja Onggang Parlindungan ( hlm. 358). Dari ayahnya, Sutan Martua Raja Siregar, seorang guru sejarah, M.O. Parlindungan memperoleh warisan sejumlah catatan tangan yang merupakan hasil penelitian dari Willem Iskandar, Guru Batak, Sutan Martua Raja dan Residen Poortman. Sebenarnya ia hanya bermaksud menulis buku untuk putra-putranya. Buku tersebut memuat banyak rahasia keluarga, termasuk kebiadaban yang dilakukan oleh Tuanku Lelo tersebut.

Mayjen TNI (purn.) T.Bonar Simatupang menilai, bahwa tulisan tersebut banyak mengandung sejarah Batak, yang perlu diketahui oleh generasi muda Batak. Parlindungan Siregar setuju untuk menerbitkan karyanya untuk publik. Parlindungan Siregar meminta T.B. Simatupang, Ali Budiarjo, SH dan dr. Wiliater Hutagalung memberi masukan-masukan dan koreksi terhadap naskah buku tersebut.


Bisakah saya tetap Percaya Tuhan setelah MURTAD ?

http://www.news.faithfreedom.org/index.php?name=News&file=article&sid= 446
Bisakah saya tetap Percaya Tuhan stlh MURTAD ?
Oleh Ali Sina, September 14, 2006

Ini sejumlah pertanyaan yg saya dapat dari seseorang yg baru murtad :

BISAKAH SAYA TETAP PERCAYA TUHAN SETELAH MENINGGALKAN ISLAM ?

Absolut ! Saya pun percaya Tuhan. Tidak ada alasan utk menyerahkan kepercayaan kpd Tuhan hanya karena kau sadar bahwa Muhamad tukang tipu. Ini spt pengikut2 cult David Koresh atau Warren Jeffs yg memutuskan utk tidak lagi percaya Tuhan setelah sadar bahwa 'nabi-nabi' mereka adalah pembohong2 kelas kakap. Apa urusannya tukang2 tipu itu dgn Tuhan ? Muhamadpun tidak ada hubungannya dgn Tuhan. Ya, jelas tidak ada salahnya utk tetap percaya Tuhan setelah meninggalkan Islam.

Malah, kau baru bisa percaya Tuhan, HANYA setelah meninggalkan Islam.

Allah bukan Tuhan. Allah adalah hasil imajinasi Muhamad. Allah itu dewa Arab yg memiliki 3 puteri. Muhamad memanfaatkan dewa berhala ini utk mencapai tujuannya utk mendominasi. Lebih mudah baginya utk memanfaatkan dewa berhala ini yg sudah dikenal luas, ketimbang menciptakan dewa baru. Jadi, ia mengatakan bahwa dewa ini adalah pencipta dan adalah tuhan yg sama yg diceritakan oleh Yesus dan Musa. Weleh welehhh … ini isapan jempol Arab sakit ! Allah dan Jehovah tidak sama. Tuhannya Yesus adalah Tuhan cinta. Sementara Allah adalah dewa kebencian.

Manusia tidak tahu apa Tuhan. Apalagi seorang kriminal ngeres macam Muhamad. Tahu apa ia ? Ia sama sekali tidak memiliki pengertian ttg Tuhan. Tuhan baginya hanyalah tiran omnipoten, macam Hitler atau Saddam Hussein, orang2 yg melakukan apapun yg mereka inginkan tanpa perlu mempertanggung jawabkan kelakuannya kpd siapapun. Allahnya Muhamad bawaannya marah terus, mengancam terus & serampangan. Ia menghukum dan memberi hadiah kpd siapapun seenak udelnya, tanpa mempedulikan hasil yg dicapai orang itu. (Ibu Teresa, menurut Islam, akan masuk neraka. Aneh bukan ?)

Biar kau bekerja sekeras apapun, Allah belum tentu akan memberikanmu penyelamatan. Ini juga tergantung apakah konconya, Muhamad, berada dipihakmu atau tidak. Ini semua tergantung pada bgm caranya kau menyenangkan Muhamad agar ia bisa bertindak atas namamu dan mendapatkan kemurahan Tuhan bagimu. Jadi, kau mau sebaik Ibu teresa, kau belum tentu masuk surga kalau Muhamad tidak suka padamu. Tetapi kalau kau melakukan segala bentuk kejahatan dan Muhamad suka padamu dan membelamu, pintu SURGApun terbuka luas bagimu.

Ini tolol bukan ? Tuhan haruslah konstan. Kalau tidak ia bukan Tuhan. Kesempurnaan menuntut sesuatu yg konstan dan bisa diperkirakan. Hanya hal2 yg tidak sempurna tidak dapat diperkirakan. Apakah Tuhan begitu korup sampai ia akan mengganti aturan utk beberapa orang hanya karena mereka disukai Muhamad? Jadi Tuhan tidak keberatan dgn perebutan pengaruh macam ini ? Bukankah ini cukup membuktikan bahwa Muhammad adalah ‘cuckoo’? Ini jugalah tercermin dari cara berfungsinya negara2 Islam. Di negara2 Islam, kau bisa melewati pintu manapun dan bypass semua birokrasi, tergantung siapa ‘backing’mu. Kualifikasi dan hasil kerjamu tidak dipentingkan. Yang penting : siapa yg kau kenal ! Itulah yg akan menentukan arah suksesmu. Jadi pengadilan Allah persis macam itu. Betapa rendahnya Allah kalau sampai mau dipengaruhi sontoloyo macam Muhamad.

Allah tidak lain dari bayangan Muhammad, yg kepingin jadi Allah. Si narcisis sontoloyo itu memberikan kita gambaran Allah spt yg diinginkan mimpi basahnya.

BISAKAH KAU TUNJUKKAN KPD SAYA BGM MENEMUKAN TUHAN ?

Tidak ada seorangpun yg bisa mengantarmu pada Tuhan. Kau harus memilih jalanmu sendiri.

Yang saya tahu, kalau kau penuh cinta kasih, kau bisa merasakan Tuhan, kau menyatu dgn Tuhan. Tuhan tidak peduli apakah kau solat atau memujanya. Tuhan yg asli bukan sebuah pribadi narsisis yg cengeng dan meledak kalau pengikutnya tidak memuji dan mengelu2kannya.

Tuhan yg asli hanya ingin agar kita saling mencintai dan saling membantu. Lakukanlah sesuatu bagi orang lain, terlepas dari SARA. Terlepas ia ‘kafir’ atau bukan. Inilah caranya kau berbakti kpd Tuhan. Bukan dgn melancarkan perang dan membunuh, menggorok leher mereka2 yg tidak memuja Tuhanmu. Tuhan yg asli tidak perlu algojo2 bengis macam Bin laden dan gang jihadinya utk menguasai dunia.

Islam adalah bid’ah (penghujatan). Sebuah hinaan kpd Tuhan. Islam menunjukkan bahwa Tuhan adalah mahluk irasional. Islam tidak dapat meyakinkan orang dgn logika tetapi hanya memaksakan orang agar tunduk secara paksa dan dgn kekerasan. Ini juga menunjukkan bahwa Tuhan macam itu adalah impoten. Ia tergantung dari pengikutnya utk melakukan sesuatu yg tidak mampu dilakukannya sendiri, yi menghabisi kafir.

Bid’ah macam apa yg lebih besar dari ini ?

Tidak ada orang yg tahu Tuhan, jadi tidak ada orang yg bisa mengatakan bgm menemukannya. Tuhan/ kebenaran jauh lebih besar dari kita. Kita hanya mengerti secuil. Silahkan mendengarkan pengakuan atau teori orang lain, tetapi kau harus selalu bertanya dan skeptis. Logika dan nalar adalah segala2nya. Biarlah itu menjadi arahanmu. Tuhan sudah memberikan kita cukup banyak peralatan utk mencari jalan kita masing2. Kalau kita gagal menggunakannya dan kita hanya mau mengikuti nabi2 palsu, ini justru akan menjerumuskan kita kpd kesengsaraan. Ini salah kita sendiri. Kita melalaikan hadiah paling besar yg diberikan Tuhan kpd kita : otak kita.

Kalau hatimu diisi dgn cinta kasih bagi semua ciptaan Tuhan (YA ! Yahudi, Kristen, Hindu dsb JUGA ciptaan Tuhan), disitulah tempat bermukimnya Tuhan. Tapi Tuhan tidak akan bermukim disebuah hati dan jiwa yg isinya penuh dgn kebencian. Tidak ada Muslim yg bisa mengalami Tuhan kalau yg ia cinta hanya Muhamad dan Allahnya dan membenci sisanya. Kau tidak dapat mencintai manusia jika kau percaya kafir adalah najis, Yahudi adalah monyet dan babi dan mereka yg tidak percaya pada kepercayaan cetekmu itu akan masuk neraka.

Orang2 yg paling jauh dari Tuhan adalah Muslim. Mereka menjauhi Tuhan dan cintaNya dgn jilbab mereka. Lihatlah sendiri ! Lihat bgm mereka hidup dan tidak habis2nya saling berperang. Lihatlah sengsaranya setiap negara Muslim. Mereka memuja Setan. Mereka penuh dgn kebencian. Lihatlah buah hasil Islam. Tidak sulit melihat bahwa Muslim memang salah arah.

Benci dan cinta tidak mungkin menyatu. Hati yg penuh kebencian tidak memiliki ruang bagi cinta dan oleh karena itu tidak ada ruang bagi Tuhan. Dng menyatakan sumpah setia pada Muhamad, Muslim sebenarnya menjauhkan diri dari Tuhan. Mereka tidak mampu mencintai dan oleh karena itu menjauhkan diri dari cinta Tuhan. Dlm kebencian mereka datang, dlm kebencian mereka hidup, dan dlm kebencian mereka mati.

Bacalah artikel2 yg sudah saya tulis ttg Tuhan. Tapi jangan percaya saya 100%. Pakailah otakmu dan penilaianmu. Kalau Tuhan adalah pencipta nalar, Tuhan haruslah rasional. Kalau Tuhan hanya menunjukkan irasionalitas, ia BUKAN TUHAN.

Soul and Immortality
http://www.faithfreedom.org/Articles/sina/soul.htm

The Origin of God
http://www.faithfreedom.org/Articles/sina/origingod.htm

Chance or Intelligence? http://www.faithfreedom.org/Articles/sina/chance_or_intelligence.htm

Life Beyond and the Single Principle. http://www.faithfreedom.org/Articles/sina/single_principle.htm

The Purpose of Creation
http://www.faithfreedom.org/Articles/sina/pcreation.htm

The Evolution of Monotheism http://www.faithfreedom.org/Articles/sina/monotheism.htm

God: Some Logical Difficulties http://www.faithfreedom.org/Articles/sina/godlogical.htm

Silahkan juga baca debat ini :
http://www.faithfreedom.org/debates/AbdurRafay60905.htm

Ali Sina


Saat Islam Hancur

http://www.city-journal.org/html/14_2_when_islam.html

When Islam Breaks Down/Saat Islam Hancur
Theodore Dalrymple

Muslim paling suka mengritik aspek2 budaya Barat. Mereka hanya memandang Barat dari satu segi saja : sbg sumber budaya sex bebas (Barat versi Hollywood). Namun Muslim menolak utk mengakui bahwa ada juga aspek lain dari budaya Barat ini, bahwa kebebasan juga mengantar pada kebebasan utk bertanya, berpikir dan berkreasi, yg pada akhirnya hanya menghasilkan kekuatan.

Pemikiran picik ini pada dasarnya mengakibatkan sikap reaksioner negatif Muslim di jaman sekarang ini. Muslim tulen takut bahwa kalau ia mengijinkan kebebasan satu incipun, pada akhirnya Muslim akan kehilangan kontrol.

Ketakutan ala Muslim ini sangat nampak di masyarakat2 Muslim yg semakin membengkak jumlahnya di kota saya, Birmingham, England. Hanya sebagian kecil Muslim, dari golongan menengah atas yg terdidik dan spt orang2 Barat layaknya, menganggap agama sbg masalah pribadi. Tidak perlu digembar-gemborkan. Tapi Muslim2 tulen itu emoh integrasi dan lebih suka utk bergerombol di satu daerah, melanjutkan tradisi mereka yg dibawa dari pedalaman Punjab.

Mereka tidak pernah mengantisipasi ataupun menerima transisi budaya yg tidak bisa dielakkan. Mereka hanya interes utk menjaga keutuhan agama, tradisi dan budaya mereka, walau generasi tua mereka kini sadar bahwa cara berbusana ala Muslim tidak menjamin penerimaan Islam dlm hati. Sex bebas, narkoba, kemurtadan, juga rawan dlm masyarakat mereka. Inilah membuat mereka semakin frustrasi dan semakin fanatik.

Belum lama ini saya berdiri diluar halaman rumah sakit tempat saya kerja, menunggu taxi bersama2 dgn dua Muslimah yg mengenakan abaya hitam penuh, hanya mata mereka yg kelihatan. Yg satu mengatakan pada temannya, “Minta rokok dong, Say ; gua gerah nih !” Nah, cabutlah tekanan budaya dari anak2 muda ini, dan mereka akan membuang kostum mereka dalam sekejap.

Siapapun yg hidup di kota spt kota saya ini pasti akan heran, dari mana datangnya frustrasi Muslim ini. Apakah ini memang intrinsik dlm Islam yg membuat Islam tidak mampu mengadaptasi kpd dunia modern ? Apakah memang ada elemen esensial yg menjebak Darul-Islam kpd keterbelakangan abadi yg mengakibatkan Muslim terus menerus merasa terhina ? Muslim tahu bahwa seluruh dunia Arab MINUS MINYAKNYA sama sekali tidak berpengaruh pada dunia secara ekonomis, dibandingkan dgn perusahaan telpon Nokia dari Finlandia.

Problema Islam adalah kegagalannya memisahkan urusan agama dari urusan negara. Berbeda dgn agama Kristen, yg menghabiskan abad2 pertamanya mengembangkan institusi2 yg pada akhirnya mengakui pemisahan antara gereja dan negara. Islam dari permulaannya memang merupakan negara dan agama, satu dan tidak terpisah, dgn tidak ada pembedaan antara otoritas negara dan agama.

Kekuasaan Muhamad mencakup spiritual dan kenegaraan, dan inilah model yg diwariskan pada pengikutnya. Karena menurut Islam, ia nabi terakhir, yg kesempurnaannya tidak boleh ditantang ataupun dipertanyakan karena ini hanya akan membawa kelemahan bagi agamanya.

Namun modelnya ini mengakibatkan dua problema.

Yang pertama, adalah politis. Muhamad tidak menginstitusikan cara2 yg dpt digunakan pengikutnya utk memilih penerus. Akibatnya terjadilah perpecahan antara Sunni-yg mengikuti bapak mertuanya (Abu Bakr) dan Shiah (yg mengikuti menantunya, Ali).

Belum lagi legitimasi pemimpin negara yg selalu bisa ditantang pemimpin spiritual, yg selalu mengikuti contoh Muhamad, yg selalu menganggap diri lebih tinggi secara spiritual ataupun otoritas; mereka yg lebih fanatik dalam Islam jelas jauh lebih kuat dlm soal agama ketimbang mereka yg moderat. Karena tantangan kaum beragama ini, TIRANIlah menjadi jaminan stabilitas dan pembunuhan adalah satu2nya cara utk reformasi. Oleh karena itu kita tinggal nantikan The Saudi Time Bomb : cepat atau lambat, kaum agama akan mengadakan revolusi religius utk mendepak dinasti Saud yg dianggap korup dan hedonis.

Problema kedua adalah segi intelektual. Di Barat, Reformasi membawa kebebasan bagi individu utk dapat berpikir sendiri yg pada akhirnya mengakibatkan kemajuan pesat yg terbendung. Islam, tanpa adanya ruang terpisah dan sekuler dimana pemikiran bebas dapat mengalir dgn tenang tanpa dirantai agama, ketinggalan secara menyedihkan: selama 1400 tahun, sampai sekarang.

Budaya dimana semua gerak gerik dan adat harus mendapat pengesahan agama, akan menganggap setiap perubahan sbg suatu ancaman atas seluruh sistim kepercayaan.

Cara hidup mereka yg dibayang2i oleh ketakutan dihajar Allah-- baik secara intelektual dan politik—akan runtuh kalau diutak-atik. Oleh karean itu, kepatuhan adalah pertahanan terhdp segala bentuk keraguan dan tidak memungkinkan ko-eksistensi secara sederajad dgn mereka 2yg tidak sama kepercayaannya.

Bukan kebetulan bahwa hukuman bagi murtad dlm Islam adalah MATI. Ini cara Islam menghindari pertanyaan mantan pengikutnya akan ke-ilahian sang nabi.

Dlm pengalaman saya, Muslim2 tulen menuntut kebebasan utk mengritik doktrin dan adat orang lain, sering dgn semangat meluap2. Saya ingat pengalaman saya tinggal dgn Muslim Pakistan di Afrika Timur, orang sangat soleh dan baik, yg namun demikian menghabiskan beberapa malam mengecam absurditas Kristen : Trinitaslah, Resureksi yg tidak mungkinlah dsb dsb. Walau saya sendiri bukan Kristen, saya membalasnya dgn menyebut absurditas dlm Islam spt adat berhala hijrah ke Mekah ataupun kepercayaan Muhamad pada jin dsb dsb. Tidak heran kalau persahabatan kami tidak berlangsung lama.

Status Quran yg tidak boleh dipertanyakan menghasilkan pendidikan, pemikiran dan masyarakat Islam yg mandeg dan lemah. Sebelum Muslim didalam negerinya sendiri, bebas mengecam Quran sbg buku amburadul yg inferior yg penuh kontradiksi —atau spt apa yg dikatakan Carlyle, bahwa Qu’ran adalah “kumpulan kata2 yg membingungkan dan melelahkan dan tidak ada habis2nya....” Sebelum Muslim dibebaskan utk menyusun kembali dan memodernisasi Qu’ran dng interpretasi kreatif, mereka jangan heran kalau mereka hanya bisa puas dgn status terbelakang mereka.

Sbg ilustrasi, saya berikan contoh buku karangan Sir Arthur Conan Doyle, yg pertama terbit thn 1898, yg sebenarnya fiksi tapi sangat mirip dgn fakta. Buku ini bercerita ttg seorang pemimpin karismatik dan fundamentalis, Muhamad al-Mahdi, yg mencoba mendirikan teokrasi di Sudan dgn memberontak melawan kekuasaan Inggris-Mesir. Buku yg disebut dgn 'The Tragedy of the Korosko' ini adalah cerita ttg sekelompok turis di Mesir yg disandera oleh kelompok Mahdi dan lalu dibebaskan oleh Korps Onta Mesir. Seorang mullah Mahdi yg menyekap para turis mencoba memaksakan Islam kpd para turis Eropa & AS itu, menghina peradaban maju sbg tidak penting dan tidak berguna.

“ 'Ttg ajaran [sains] yg kalian sebutkan . . . ’ kata sang Mullah . . . ‘Saya sendiri belajar di Universitas Al Azhar di Kairo, dan saya tahu apa yg anda maksudkan. Tapi ajaran orang2 beriman tidak spt ajaran para kafir, dan tidak pantas utk terlalu memata-matai cara2 Allah. Ada bintang yg memiliki buntut . . . dan ada yg tidak; apa gunanya utk mengetahui mana yg punya dan mana yg tidak ? Karena Tuhan juga yg menciptakan mereka, dan mereka semua selamat di tanganNya. Oleh karena itu jangan anda besar kepala karena ajaran dari Barat, dan mengertilah bahwa hanya ada SATU kebijakan, yaitu ketakwaan pada keinginan Allah yg oleh nabi terpilihnya sudah dipaparkan utk kami dalam Buku ini.' "

Dan inilah problema dgn Muslim ! Mereka terbentur dan mandeg pada Quran, sambil juga menginginkan kemajuan. Muslim ingin penyempurnaan ajaran abad ke 7 mendominasi abad ke 21 ! Muslim ingin kemajuan yg dibawa oleh kemerdekaan berpikir, tapi mereka tidak suka dgn kemerdekaan berpikir.

Oleh karena itulah Muslim dihadapkan pada dilemma : tinggalkan agama mereka atau selama2nya ketinggalan dgn kemajuan teknis manusia lainnya. Dan orang yg menghadapi dilemma yg pelik, selalu akan MARAH : mereka akan histeris. Tetapi kemarahan ini, tuntutan mereka agar lebih dihormati dari non-Muslim bukan merupakan tanda kekuatan. Ini tanda KELEMAHAN —atau persisnya, KERAPUHAN — Islam dlm dunia modern, yg frustrasinya suatu saat akan meluap.

Kontrol yg dimiliki Islam atas pengikutnya dlm era globalisasi ini mengingatkan saya pada cengkraman Ceausescu terhdp rakyat Romania: sebuah cengkraman absolut, sampai suatu hari Ceausescu tampil di balkon istananya dan diteriaki oleh massa yg sudah imun pada ketakutan. Nah, mulai detik itu tamatlah riwayat sang tiran.

Salah satu tanda semakin melemahnya cengkraman Islam terhdp pengikutnya di Inggris saya lihat sendiri dari pemuda2 Muslim yg semakin banyak membanjiri penjara2 di Inggris. Ternyata Muslim2 ini sama sekali tidak memiliki interes kpd Islam sama sekali. Mereka tidak solat, tidak menuntut makanan halal, tidak baca Quran, tidak mau menemui ustadz dsb. ‘Penyebaran’ Islam dlm penjara hanya diarahkan kpd orang2 Jamaica, kelompok lain yg juga mengalami ‘inferiority complex.’ Mereka masuk Islam hanya sbg protes atau balas dendam terhdp masyarakat yg menghukum mereka. Tidak kurang, tidak lebih !

Tetapi Islam tidak sedikitpun memperbaiki tingkah laku pemuda2 Muslim di penjara. Sebagian besar mengkonsumsi & berdagang heroin, sebuah kebiasaan yg sama sekali tidak dikenal oleh rekan2 mereka di penjara yg Sikh ataupun Hindu.

Yg ditunjukkan oleh pemuda2 ini adalah kekakuan tradisi orang tua mereka yg dari luar nampak soleh. Tapi kalau topeng itu diangkat, isinya kosong melompong. Muslim2 muda ini tahu benar fakta ini.

Islam dlm dunia modern sangat lemah dan rapuh. Islam tidak kuat : itulah alasan Muslim sering berteriak dan mengaum. Para pengungsi Iran yg membanjiri Barat sudah lari dari Islam. Ini saya lihat dari kota ke kota. Islam akan sangat bahaya utk waktu yg pendek, tapi pada akhirnya akan mati. Kelompok fanatic dan para suicide bombers bukan tanda bangunnya Islam, tetapi tanda gemercing kematiannya.

-------------------------------------
Theodore Dalrymple adalah psikiater dan dokter penjara dgn spesialisasi pencandu narkoba. Ia juga kolumnis the London Spectator, the Daily Telegraph, dan editor pembantu the Manhattan Institute’s City Journal. Karena pengalamannya di penjara (yg jumlah penghuni Muslimnya semakin meningkat), ia sering menulis ttg remaja Muslim di Inggris. Ia tinggal di Birmingham, England.


Depresiasi Kehidupan dibawah Islam

http://www.news.faithfreedom.org/index.php?name=News&file=article&sid=430

Depresiasi Kehidupan dibawah Islam
Author: Jacob Thomas, September 08, 2006

Karena jasa media online didunia Arab, kita kini bisa baca tulisan2 MUSLIM sendiri yg sudah mulai muak dgn Islam ttg ketidaksempurnaan yg mewarnai surga2 peradaban Islam.

kwtanweer.com yg terbit tgl 22 Agustus memuat judul “Islam dan Muslim
Mendepresiasi Kehidupan.” Dua hari kemudian surat kabar harian online, Elaph.com, juga menerbitkan artikel yg sama dgn judul ini, “Hidup di mata Muslim dan Islam.”

Berikut ini kutipan dari artikel ini yg saya (Jacob Thomas) akhiri dgn analisa dan komentar saya.

Peran Islam dlm meningkatnya terorisme global semakin dipertanyakan. Banyak Muslim mencoba membantah keterlihatan Islam, dgn mengatakan bahwa Islam tidak meridhoi kekerasan, hanya organisasi2 fanatik itulah yang salah !

Betulkah ?

Ijinkan saya utk menulis ttg kehidupan di Timur Tengah SEBELUM lahirnya Islam.

Bangsa Mesopotamia (kini, Irak) adalah yg pertama yg memulai peradaban. Mereka menciptakan roda, tulisan dan musik. Mereka adalah pionir pengumpulan tulisan2 di batu tanah liat dan menyimpan mereka dlm sebuah perpustakaan. Mereka menciptakan UU yg mengatur kehidupan antara negara dgn warganya. Pendeknya, bangsa itu cinta kehidupan dan memang tahu benar bgm menikmatinya. Karena mereka begitu cinta hidup, mereka juga banting tulang utk memperbaikinya. Ciptaan dan penemuan2 baru lancar mengalir dari peradaban macam itu.

Kemudian … datanglah Islam, yg mulai mengobrak abrik kehidupan di bumi, merubah tujuan hidup manusia utk satu hal saja : ALLAH. Lagipula, bukankah itu yg dikatakan Allah kpd Muslim dlm Qur'an (51:56)?

Semua ayat2 Quran dlm bahasa Indonesia diambil dari sini :
http://www.hashkalionline.de/qurani/indonezian/qindex.html

[51.56] Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku.

“Pemujaan kepada Allah kemudian menjadi pusat kehidupan; Muslim tidak lagi diijinkan utk menikmati apapun didunia fana ini.

Ajaran Qur’an ini membawa kemerosotan hidup Muslim dgn, misalnya, kewajiban solat 5 kali sehari dan melek semalaman saat Ramadan (17:78)

[17.78] Dirikanlah salat dari sesudah matahari tergelincir sampai gelap malam dan (dirikanlah pula salat) subuh. Sesungguhnya salat subuh itu disaksikan (oleh malaikat).

“Semakin banyak peraturan ditambahkan bagi Muslim. Ada fuqaha (juris) yg mengatakan bahwa jika kita mendengarkan pelafalan Qur’an saat Ramadan, pahala akan dobel: ‘Ia yg bangun selama malam2 Ramadan karena imannya, semua dosa lalunya dimaafkan.’

“Tidak ada lagi waktu tersisa bagi Muslim utk menikmati ataupun memperbaiki hidup.Dan seakan beban ini belum cukup, ada lagi fatwa2 yg melarang musik, instrumen musik dan menyanyi. Pernah ada yg bertanya kpd sang faqih, Ibn al-Jawzi: ‘Apakah halal bagi saya utk menikmati apa yg diijinkan dalam dunia hiburan ?’ Al-Jawzi menjawab, ‘Sudah begitu banyak hal yg mengalihkan perhatianmu, jadi, mengapa harus ditambah lagi ?’ Ia mengatakan bahwa mendengarkan lagu2 adalah suatu pengalihan perhatian dari jiwa manusia, shg menjauhkan pemikiran manusia dari Allah, Ke Maha EsaanNya dan Pengabdian bagiNya. Ditambah lagi, lagu2 akan menjadikan jiwa mencari kepuasan dlm kenikmatan2 spt sex, yg nanti akan mengarah ke perzinahan.

“Lagipula, kata faqih ini, untuk apa Muslim perlu mendengarkan musik di dunia ini kalau toh di Surga nanti, para houri akan bernyanyi baginya ? Lihatlah Hadis ini:
‘Begitu seorang yg beriman masuk surga, ia akan menikmati pelayanan dua houri, satu di kepalanya, dan satu lagi di kakinya; menyanyi dgn suara yg terindah yg pernah didengar manusia ataupun jinn.’

“Tapi utk masuk surga itu, Muslim terlebih dahulu harus berjihad ‘Fi Sabilullah’ di jalan Allah, sampai ia tewas. Jadi, setelah mati nanti, ia akan masuk Surga, dimana ia akan mendpt kenikmatan sesungguhnya: lagu, sex, anggur, foya2, senang2. Rute terpendek ke surga adalah mati shahid, menurut ayat Qur’an: (9:111)

[9.111] Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin, diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al Qur'an. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar.

[9.81] Orang-orang yang ditinggalkan (tidak ikut berperang) itu, merasa gembira dengan tinggalnya mereka di belakang Rasulullah, dan mereka tidak suka berjihad dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah dan mereka berkata: "Janganlah kamu berangkat (pergi berperang) dalam panas terik ini". Katakanlah: "Api neraka Jahanam itu lebih sangat panas (nya)", jika mereka mengetahui.

Versi Inggrisnya, yg rupanya dilewatkan oleh versi Indonesia diatas :
“Since a believer’s soul belongs to Allah, He may claim it back to Himself, whenever He wishes. But he who is afraid to engage in jihad fi Sabeel Allah, and refrains from killing Infidels, will weep the rest of his life. This is what the Qur’an declared regarding those Arabs who refrained from joining in the raid on Tabuk (9: 81, 82):

“Nah, karena jihad merupakan kewajiban bagi setiap Muslim, pertanyaan kemudian adalah : SIAPA yg harus mereka perangi ? Ibn Jawzi mengatakan, ‘Adalah kewajiban Muslim utk memerangi SEMUA KAFIR.’

Hadis : ‘Ia yang mati dlm jihad akan menjadi kesayangan Allah.’

Karena begitu banyak janji2 enak di Surga dan karena hidupnya didunia ini hanya sarat dgn kewajiban melulu (solat, puasa, melek semalaman, tidak boleh dengar musik, tidak boleh bergaul dgn perempuan, tidak boleh ini, tidak boleh itu), maka mengapa tidak membunuh kafir fi sabilullah saja dan masuk Surga ? Beres ! Mudah bukan ? Daripada sengsara didunia, yah cepatlah ke surga !

“Bahkan di AS, ayah2 Pakistan mewajibkan putera2 mereka ke sekolah Islam utk menghafal Qur’an. Ini berarti repetisi tidak habis2nya teks Arab ; 6.200 (atau 6666) ayat Qur’an yg memerlukan waktu 2-3 tahun. Masa depan macam apa yg menunggu seorang anak yg menghabiskan 3 tahun menghafal 6.666 ayat Arab yg tidak dimengertinya ? Bukankah ia sebaiknya diberi kesempatan utk belajar matematika, sains, bahasa Inggris ? Atau musik ? Sport ? Lalu kita heran mengapa anak2 ini memiliki ide2 radikal dan membenci semua non-Muslim ? Bgm anak2 muda yg tumbuh di negara berbhineka budaya spt AS lalu bisa membina hubungan baik dgn anak2 AS lain yg Kristen ataupun Buddhis ataupun atheis, kalau dari kecil saja mereka sudah dicekoki Surah 2:193, yg memerintahkan Muslim utk memerangi kafir ?

[2.193] Dan perangilah mereka itu, sehingga tidak ada fitnah lagi dan (sehingga) ketaatan itu hanya semata-mata untuk Allah. Jika mereka berhenti (dari memusuhi kamu), maka tidak ada permusuhan (lagi), kecuali terhadap orang-orang yang lalim.

“Bgm kalau Surah 47:4 ini sampai berbekas di benak anak2 muda kita ?

[47.4] Apabila kamu bertemu dengan orang-orang kafir (di medan perang) maka pancunglah batang leher mereka. Sehingga apabila kamu telah mengalahkan mereka maka tawanlah mereka dan sesudah itu kamu boleh membebaskan mereka atau menerima tebusan sampai perang berhenti. Demikianlah, apabila Allah menghendaki niscaya Allah akan membinasakan mereka tetapi Allah hendak menguji sebahagian kamu dengan sebahagian yang lain. Dan orang-orang yang gugur pada jalan Allah, Allah tidak akan menyia-nyiakan amal mereka.

[9.23] Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu jadikan bapak-bapak dan saudara-saudaramu pemimpin-pemimpinmu, jika mereka lebih mengutamakan kekafiran atas keimanan dan siapa di antara kamu yang menjadikan mereka pemimpin-pemimpinmu, maka mereka itulah orang-orang yang lalim.

“Situasi di Pakistan lebih parah daripada di negara2 kafir. Negara ini menjadi inkubator para suicide-bomber yg melancarkan jihad mereka diseluruh Eropa. Pakistan penuh dng madrassah yg berspesialisasi menghafal Qur’an. Spt burung beo, bocah2 lelaki mengulang2 kata2 Qur’an dlm bahasa yg mereka sama sekali tidak mengerti; dan pada saat bersamaan, sang guru megnisi otak mereka dgn bom2 mental.

Minggu lalu, polisi Pakistan menahan TUJUH lelaki yg memiliki hubungan dgn
plot utk meledakkan 9 pesawat terbang di jalur London - AS, spt yg dilaporkan tgl 20 Agustus 2006 oleh surat kabar al-Sharq al-Awsat. President Musharraf memutuskan agar mengusir semua guru asing dari madrasah Pakistan. Namun, tindakannya ini tidak membawa dampak apapun pada pabrik2 yg memproduksi Irhabi di Eropa atau di New York. Contoh, Pakistani yg hidup di Barat dgn mudah bisa menghadiri mesjid yg mengajarkan penghafalan Qur’an. Nah, herankah kami mengapa kesemua lelaki yg terlibat dlm pemboman London th 2005 ini adalah Pakistani yg tinggal di England ??

“Tragedi yg sama terulang di India, Filipina, Bangladesh, Indonesia dll yg memiliki sekolah2 penghafalan Qur’an. Contoh, dua bom meledak di pasar sibuk disebuah kota di Indonesia dimana mayoritasnya Kristen, mengakibatkan tewasnya 21 orang. (Al Sharq al-Awsat 29 May 05). Mereka yg menanamkan bom di pasar2 itu membunuh orang secara serampangan, mengecilkan arti nyawa, karena memang bagi mereka nyawa tidak ada harganya. Karena mereka memang tidak dipersiapkan utk menikmatinya. Mereka tidak memiliki tujuan lain selain : masuk surga lewat jalur Jihad. Mereka sudah diprogram utk memilih rute terpendek ke surga. Disurgalah, baru mereka dapat berfoya2 dan bersenang2.

“Seorang Muslim yg mati shahid tidak peduli dgn nyawa orang lain. Bahkan nyawa anak kecilpun tidak ia hargai sama sekali. SUDAH SEJELAS SINAR MATAHARI BAHWA ISLAM MEMBUNUH KEHIDUPAN DLM MUSLIM, DAN MENDORONGNYA UTK MEMBUNUH NON MUSLIM.

Baik Islam, maupun Muslim TIDAK MENGHARGAI HIDUP. Satu2nya prestasi Muslim adalah : depresiasi kehidupan manusia. (Bravo !)”[/size]

---------------------------------------------------------------------------------

KOMENTAR

Keterusterangan sang penulis memang luar biasa. Ia tidak menggunakan bahasa basa basi dlm menunjuk kpd satu kerusakan dasar dalam Islam : pengagungan jihad fi sabilullah. Sang penulis mendapatkan 17 tanggapan dan kesemuanya positif.

Salah satu dari wanita Kurdi: “Terima kasih atas kebenaran yg anda sampaikan ini. Subyek ini selama ini tabu dibahas oleh siapapun. Jempol buat anda !”

Memang tidak semua Muslim menganggapi dgn serius larangan main musik ataupun
kewajiban melek selama Ramadan. Tapi tidak bisa dipungkiri bahwa prioritas Islam adalah MATI DI JALAN ALLAH. Inilah yg mengakibatkan depresiasi kehidupan manusia.

Siapa berani bilang bahwa ideology Salafi yg semakin garang menyebar disleuruh dunia tidak Islami ? Siapa berani bilang bahwa Hasan Nasrallah di Lebanon tidak mencontoh Muhamad ?

Saya menulis ini pada anniversary ke lima Peristiwa 9/11. Saya tidak dapat melupakan sajak yg ditemukan dlm kopor Muhamad ‘Ata, salah satu pelaku 9/11. that Pada malam sebelum pembunuhan masal itu, ia menguatkan niat rekan2nya dlm berjihad melawan AS dan megnutip sajak ini : “Tabassam bi-wajhi’lrada ya fata; Fa’innaka ma’den l-ijannati’l khuldi” “Senyumlah dlm menghadapi kematian, hai pemuda. Karena kau sedang menuju kehidupan abadi di surga !”

Muhammad ‘Ata juga mengutip ayat2 dari Qur’an dan Hadis; dan menggunakan ekspresi spt “waqla ta’alah” atau ‘dan Ia, sang Maha Kuasa, mengatakan.’ Jadi, kejahatan biadab yg akan ia lakukan itu diridhoi oleh Allah dan NabiNYA. Nah, siapa yg berani menolak perintah Allah ?

Kami tidak dapat lari dari fakta yg menganga didepan kita bahwa ajaran Islam yg mengagungkan kematian, mendepresiasi kehidupan Muslim dan non-Muslim.

Thomas Jacob